<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.0.2" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Betha Aris</title>
	<link>http://www.susanto.info</link>
	<description>Not about the person. But it's content.</description>
	<pubDate>Sat, 05 May 2007 17:58:18 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.0.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Pindahan</title>
		<link>http://www.susanto.info/2007/05/06/pindahan/</link>
		<comments>http://www.susanto.info/2007/05/06/pindahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 May 2007 17:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Betha Aris</dc:creator>
		
	<dc:subject>Uncategorized</dc:subject>
	<dc:subject>Pindahan!</dc:subject>
		<guid isPermaLink="false">http://www.susanto.info/2007/05/06/pindahan/</guid>
		<description><![CDATA[Guys, weblog pribadi sudah dipindah tugaskan ke alamat http://www.betha.nl

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Guys, weblog pribadi sudah dipindah tugaskan ke alamat <a title="Betha Aris Personal Web" href="http://www.betha.nl">http://www.betha.nl</a>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://www.susanto.info/2007/05/06/pindahan/feed/</wfw:commentRSS>
		</item>
		<item>
		<title>Budiman: Agustadi Bukan Prajurit Sejati</title>
		<link>http://www.susanto.info/2006/06/17/budiman-agustadi-bukan-prajurit-sejati/</link>
		<comments>http://www.susanto.info/2006/06/17/budiman-agustadi-bukan-prajurit-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jun 2006 17:48:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Betha Aris</dc:creator>
		
	<dc:subject>Politik</dc:subject>
		<guid isPermaLink="false">http://www.susanto.info/2006/06/17/budiman-agustadi-bukan-prajurit-sejati/</guid>
		<description><![CDATA[Rakyat Merdeka, Selasa, 13 Juni 2006, 14:30:09 WIB
Jakarta, Rakyat Merdeka. Gara-gara melemparkan isu Partai Komunis Indonesia (PKI) telah menyusupi 150 anggota DPR, nama Pangdam Jaya Agustadi SP, tercoreng. 
&#8220;Dia bukan prajurit sejati,&#8221; kata bekas Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) kepada Situs Berita Rakyat Merdekam siang ini (Selasa 13/6). Menurutnya sebagai prajurit sejati, seharusnya Agustadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rakyat Merdeka, Selasa, 13 Juni 2006, 14:30:09 WIB</p>
<p>Jakarta, Rakyat Merdeka. Gara-gara melemparkan isu Partai Komunis Indonesia (PKI) telah menyusupi 150 anggota DPR, nama Pangdam Jaya Agustadi SP, tercoreng. </p>
<p>&#8220;Dia bukan prajurit sejati,&#8221; kata bekas Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) kepada Situs Berita Rakyat Merdekam siang ini (Selasa 13/6). Menurutnya sebagai prajurit sejati, seharusnya Agustadi mengurusi anak buahnya agar menjadi prajurit profesional, bukan mengurusi politik.</p>
<p>Budiman menilai selama ini keterpurukan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kiprah para petinggi militer mengurusi politik. Semasa Orde Baru berkuasa, militer diajak oleh elit politik untuk memasuki wilayah politik, yang sebenarhya bukan urusannya.</p>
<p>&#8220;Urusan militer adalah menjaga keamanan dan pertahanan negara ini dari Sabang sampai Marauke. Bukan masuk ke wilayah politik seperti yang terjadi sekarang ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Akibat militer bermain di wilayah politik, menurut dia menyebabkan kondisi Indonesia terseok-seok seperti sekarang ini. Sementara elit politik gemar menyeret militer untuk wilayah politik.</p>
<p>&#8220;Ya jadinya seperti itu,&#8221; kata Budiman yang saat ini aktif di Relawan Pejuang untuk Demokrasi (Repdem) yang merupakan underbow PDIP ini. Untuk itu dia mendesak DPR untuk segera memanggil Agustadi untuk menanyakan langsung kepadanya apa motivasi dan maksud dia mengeluarkan pernyataan seperti itu.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://www.susanto.info/2006/06/17/budiman-agustadi-bukan-prajurit-sejati/feed/</wfw:commentRSS>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Ibu Tinah - Untuk menyatakan ikut prihatin</title>
		<link>http://www.susanto.info/2006/06/17/dari-ibu-tinah-untuk-menyatakan-ikut-prihatin/</link>
		<comments>http://www.susanto.info/2006/06/17/dari-ibu-tinah-untuk-menyatakan-ikut-prihatin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jun 2006 17:45:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Betha Aris</dc:creator>
		
	<dc:subject>Poem</dc:subject>
	<dc:subject>Renungan</dc:subject>
		<guid isPermaLink="false">http://www.susanto.info/2006/06/17/dari-ibu-tinah-untuk-menyatakan-ikut-prihatin/</guid>
		<description><![CDATA[BENCANA GEMPA BUMI DAN GUNUNG MERAPI
Mereka tak menduga
mala petaka menimpa
meratap pedih
kehilangan segala yang mereka punya
jiwa
keluarga
kerja
sanak-keluarga
harta benda? pabila ada
seorang perempuan lari, tak sempat membawa yang ia miliki
kecuali dalam pelukan gendongan
seorang anak satu-satunya, bagai biji-mata ibu-bapak
Kini tlah terjadi
apa yang dipikiri
penyembuhan diri
penguatan hati
pikir dulu hari ini
Harapan
&#8216;tuk Penguasa Negara
bantuan dari beberapa negara yang tiba
terima dengan tangan terbuka
bijak - tepat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BENCANA GEMPA BUMI DAN GUNUNG MERAPI</p>
<p>Mereka tak menduga<br />
mala petaka menimpa<br />
meratap pedih<br />
kehilangan segala yang mereka punya<br />
jiwa<br />
keluarga<br />
kerja<br />
sanak-keluarga<br />
harta benda? pabila ada<br />
seorang perempuan lari, tak sempat membawa yang ia miliki<br />
kecuali dalam pelukan gendongan<br />
seorang anak satu-satunya, bagai biji-mata ibu-bapak</p>
<p>Kini tlah terjadi<br />
apa yang dipikiri<br />
penyembuhan diri<br />
penguatan hati<br />
pikir dulu hari ini</p>
<p>Harapan<br />
&#8216;tuk Penguasa Negara<br />
bantuan dari beberapa negara yang tiba<br />
terima dengan tangan terbuka<br />
bijak - tepat - cepat pelaksanaan mulia<br />
tak pandang bulu<br />
tak pandang suku<br />
tuk kepentingan mereka yang sedang pilu<br />
bagai diiris dengan sembilu</p>
<p>Pabila mereka pulang ke kampung halaman<br />
anak-anak bisa bermain riang<br />
dengan harapan<br />
ada tempat berteduh<br />
&#8216;tuk hidup<br />
kerja mereka butuh</p>
<p>Semoga<br />
Semua keluarga yang tertimpa musibah<br />
cepat sembuh<br />
jasmani - rohani<br />
tabahkan hati<br />
naluri anak ibu Pertiwi.</p>
<p>Assen - Belanda, 10 Juni 2006</p>
<p>Catatan:<br />
Karya puisi Ibu Inah, berjudul &#8220;Bencana Gempa Bumi dan Gunung Merapi&#8221; dibacakan oleh beliau dalam acara Solidaritas Kemanusiaan Untuk Korban Bencana Alam di Amsterdam, tanggal 10 Juni 2006.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://www.susanto.info/2006/06/17/dari-ibu-tinah-untuk-menyatakan-ikut-prihatin/feed/</wfw:commentRSS>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Harga Internet Mahal?</title>
		<link>http://www.susanto.info/2006/06/09/kenapa-harga-internet-mahal/</link>
		<comments>http://www.susanto.info/2006/06/09/kenapa-harga-internet-mahal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jun 2006 07:49:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Betha Aris</dc:creator>
		
	<dc:subject>Computers</dc:subject>
	<dc:subject>Opini</dc:subject>
		<guid isPermaLink="false">http://www.susanto.info/2006/06/09/kenapa-harga-internet-mahal/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, teman saya dari Philipina datang. Kebetulan dia adalah seorang relawan yang diutus untuk me-recovery gempa Yogya. Saya ketemu dia disebuah coffee shop di Yogya.
Diskusi mengalir kesana-kemari dengan alur naik turun   Akhirnya sampai kepada diskusi seputar mahalnya biaya koneksi internet di Indonesia. Di Philipina sendiri harga bandwidth kelas ADSL untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu, teman saya dari Philipina datang. Kebetulan dia adalah seorang relawan yang diutus untuk me-recovery gempa Yogya. Saya ketemu dia disebuah coffee shop di Yogya.</p>
<p>Diskusi mengalir kesana-kemari dengan alur naik turun <img src='http://www.susanto.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Akhirnya sampai kepada diskusi seputar mahalnya biaya koneksi internet di Indonesia. Di Philipina sendiri harga bandwidth kelas ADSL untuk 780 Kbps upstream 1:2 adalah seharga Rp. 200.000 dan kalau dibandingkan di Indonesia untuk bandwidth kelas 512 Kbps upstream 1:2 adalah seharga Rp. 10.000.000 - Rp 15.000.000 tentulah nominal kedua bukanlah sebuah harga yang murah.</p>
<p>Lantas kepada harga bandwidth di Indonesia mahal? Seharusnya pemerintah menyadari bahwa jalur komunikasi paling cepat didapatkan adalah dari Internet, dan seharusnya pula biaya untuk sarana tersebut adalah murah dan memihak kepada rakyat. Kita bisa melihat di Pasal 33 UUD 1945 yang<br />
menyebutkan:</p>
<p>[&#8230;]</p>
<p>Demikian pasal 33 ayat (1), (2) dan (3) Undang-undang Dasar 1945. Penjelasan pasal 33 menyebutkan bahwa &#8220;dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua dibawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakat-lah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang seorang&#8221;. Selanjutnya dikatakan bahwa &#8220;Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. Sebab itu harus dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat&#8221;.</p>
<p>Sehingga, sebenarnya secara tegas Pasal 33 UUD 1945 beserta penjelasannya, melarang adanya penguasaan sumber daya alam ditangan orang-seorang. Dengan kata lain monopoli, oligopoli maupun praktek kartel dalam bidang<br />
pengelolaan sumber dayya alam adalah bertentangan dengan prinsip pasal 33.</p>
<p>[&#8230;]</p>
<p>Namun yang terjadi adalah suimber daya frekwensi seluruhnya dikuasi oleh negara dan tidak digunakan untuk sebesar-besarnya demi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. TELKOMNET yang katanya perusahaan memihak kepada rakyat dengan program baru &#8220;Internet datang ke Sekolah&#8221; tetap saja memberikan harga yang lumayan gila, sekisar Rp. 9000/jam atau malam minggu dengan harga Rp. 6000/jam.</p>
<p>Namun kita bisa sedikit berharap dengan niatan pemerintah untuk mendirikan Backbone sendiri (seperti yang diberitakan di media lokal Detikinet) dengan harapan harga koneksi internet di Indonesia bisa sedikit lebih murah dari harga yang sekarang. Tapi saya pribadi kok ragu dengan niatan pemerintah tersebut, karena belajar dari pengalaman, pemerintah Indonesia hanya nge-gas pol pada saat pertama saja. Dan ketika proses berjalannya penuh dengan trik dan intrik busuk.</p>
<p>Ah semoga saja tidak, diantara proses recovery Gempa Jogja sedikit bergumam &#8230; dan kenapa bandwidth masih mahal juga? &#8230; Ah sudahlah saya istirahat sebentar sambil menikmati Gold Blend Cappucino.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://www.susanto.info/2006/06/09/kenapa-harga-internet-mahal/feed/</wfw:commentRSS>
		</item>
		<item>
		<title>Roy Suryo Kembali Angkat Bicara</title>
		<link>http://www.susanto.info/2006/06/09/roy-suryo-kembali-angkat-bicara/</link>
		<comments>http://www.susanto.info/2006/06/09/roy-suryo-kembali-angkat-bicara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jun 2006 07:16:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Betha Aris</dc:creator>
		
	<dc:subject>Opini</dc:subject>
	<dc:subject>Renungan</dc:subject>
		<guid isPermaLink="false">http://www.susanto.info/2006/06/09/roy-suryo-kembali-angkat-bicara/</guid>
		<description><![CDATA[Membaca Surat Kabar Harian lokal Yogya yang bernamakan Kedaulatan Rakyat, disana ada Kolom Analisis yang ditulis oleh seorang nara sumber yang bernamakan KRMT Roy Suryo Notodiprojo. Opini yang dibuat oleh beliau berkisaran tentang sebuah berita yang simpang siur dan serba tidak jelas pasca gempa Yogya.
Anehnya mas Roy sengaja memberikan serangan kepada milister, YM-er (sebutan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca Surat Kabar Harian lokal Yogya yang bernamakan Kedaulatan Rakyat, disana ada Kolom Analisis yang ditulis oleh seorang nara sumber yang bernamakan KRMT Roy Suryo Notodiprojo. Opini yang dibuat oleh beliau berkisaran tentang sebuah berita yang simpang siur dan serba tidak jelas pasca gempa Yogya.</p>
<p>Anehnya mas Roy sengaja memberikan serangan kepada milister, YM-er (sebutan untuk pengguna Yahoo! Messenger), dan para blogger (sebutan kepada seseorang yang menggunakan blog sebagai media propaganda) yang mereka sebagian besar adalah komunitas yang anti terhadap Roy. Lantas parameter apa yang digunakan Roy menyebut mereka sebagai biang keladi? (walupun secara eksplisit Roy tidak menyebut secara langsung mereka sebagai biang keladi). Tapi simaklah kutipan beliau dibawah ini</p>
<p><a id="more-9"></a></p>
<blockquote><p>SMS (Short Messages Service), YM (Yahoo Messenger), e-Mail, Milis (Mailing-list), apalagi Blog, marak digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab menyebarkan informasi tidak kredibel dan tidak dikonfirmasi sebelumnya. Mulai dari isu Tsunami sudah mencapai Malioboro ketika Hari-H Gempa (27/5) lalu, Tubrukan Lempeng Indo-Australia dan Eurosia menurut CNN, hingga Merapi Meletus kemarin, tampak mendominasi berbagai sarana komunikasi tersebut. Belum lagi jika ditambah dengan ‘ramalan’ yang mengkait-kaitkan nama-nama seperti Mama Loren, Permadi, bahkan Mbah Maridjan.</p>
<p>[&#8230;]</p>
<p>Jadi dengan demikian, sudah seharusnya masyarakat tidak mudah percaya terhadap isu-isu liar yang meski dikirimkan oleh orang yang dikenalnya, tapi tidak bisa dipastikan kebenarannya. Hal ini juga pernah terjadi ketika Pemilu tahun 2005 lalu, ketika sebuah e-mail meski jelas dikirimkan oleh salah seorang Staf TI dari KPU (berinisial BSD) dalam sebuah Milis PTN ternama di Bandung, tetapi ternyata hanya berisi isu yang tidak bertanggungjawab. Kasus ini sempat populer dengan nama kasus ‘Satrio Kepencet’ dan akhirnya mengharuskan BSD dipanggil Polda Metrojaya untuk mempertanggungjawabkan ulahnya.</p>
<p>[&#8230;]</p>
<p>Jadi kesimpulannya, jika kita menerima informasi melalui media komunikasi personal (SMS, YM, e-mail, Milis, apalagi cuma Blog) perlu dikonfirmasi ulang, baik pengirimnya atau siapa yang membuat informasi tersebut maupun bilamana ada pihak/orang yang disebut-sebut di dalam informasinya. Termasuk bilamana ternyata pembuat informasi tersebut pernah terkena kasus yang tidak terpuji, misalnya melakukan Rekayasa terhadap beberapa tokoh nasional termasuk Presiden SBY- dalam Blognya (berinisial HS).</p>
<p>Memang sekali lagi sayang, sebuah fasilitas canggih yang seharusnya bisa digunakan untuk hal-hal positif dan mempercepat proses recovery Yogja dan sekitarnya, malahan digunakan untuk tujuan yang negatif. Sudah saatnya pemerintah perlu mengambil sikap tegas untuk oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab ini, karena sebenarnya secara teknis dimungkinkan dilacak dan dilakukan tindakan hukum terhadap mereka.</p></blockquote>
<p>Dari tulisan beliau diatas kita dapat memberikan sebuah kesimpulan bahwa Roy dalam memberikan opini selalu catut sana dan catut sini (serba tidak fokus), sampai kepada pemberitaan yang sudah basi tentang kejadian yang menimpa KPU dari sebuah milis PTN di bandung sampai kepada pemberian thread yang subyektif kepada pengguna blogger.</p>
<p>Dan dia sengaja untuk mendiskreditkan pengguna blogger yang memang Roy sangat tidak suka dengan komunitas tersebut sebagai biang keladi dari segala informasi yang serba tidak jelas. Anehnya Roy pernah bilang kalau mediacenter adalah informasi yang tidak kredibel karena data-data yang ada masih berupa data sekunder, tetapi dalam tulisan tersebut dia malah merekomendasikan mediacenter sebagai sumber informasi yang akurat. Penjilat.</p>
<p>Yang perlu diperhatikan disini adalah blogger mana yang menyebarkan berita tidak jelas? atau milis mana yang menyebarkan berita yang serba tidak jelas? Kalau orang awam membaca tulisan tersebut, maka mereka akan memberikan kesimpulan bahwa media seperti Yahoo! Messenger, Blogger, dan juga Milister adalah sebuah sarana yang cenderung negatif dan merusak. Duh! padahal beberapa bulan yang lalu saya memberikan email kepada Roy tentang klarifikasi atas tulisan yang serba carut marut pada media yang sama namun tidak mendapatkan reply sama sekali.</p>
<p>Saya bisa menyimpulkan disini bahwa Roy adalah sosok manusia yang tidak bisa diajak berdiskusi secara argumentatif dan cenderung bersifat <em>sak karepe udele dewe</em>. <em>Asu tenan kowe Roy!</em>.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://www.susanto.info/2006/06/09/roy-suryo-kembali-angkat-bicara/feed/</wfw:commentRSS>
		</item>
	</channel>
</rss>
