Dari Ibu Tinah - Untuk menyatakan ikut prihatin
Published Date: June 17th, 2006Category: Poem, Renungan
BENCANA GEMPA BUMI DAN GUNUNG MERAPI
Mereka tak menduga
mala petaka menimpa
meratap pedih
kehilangan segala yang mereka punya
jiwa
keluarga
kerja
sanak-keluarga
harta benda? pabila ada
seorang perempuan lari, tak sempat membawa yang ia miliki
kecuali dalam pelukan gendongan
seorang anak satu-satunya, bagai biji-mata ibu-bapak
Kini tlah terjadi
apa yang dipikiri
penyembuhan diri
penguatan hati
pikir dulu hari ini
Harapan
‘tuk Penguasa Negara
bantuan dari beberapa negara yang tiba
terima dengan tangan terbuka
bijak - tepat - cepat pelaksanaan mulia
tak pandang bulu
tak pandang suku
tuk kepentingan mereka yang sedang pilu
bagai diiris dengan sembilu
Pabila mereka pulang ke kampung halaman
anak-anak bisa bermain riang
dengan harapan
ada tempat berteduh
‘tuk hidup
kerja mereka butuh
Semoga
Semua keluarga yang tertimpa musibah
cepat sembuh
jasmani - rohani
tabahkan hati
naluri anak ibu Pertiwi.
Assen - Belanda, 10 Juni 2006
Catatan:
Karya puisi Ibu Inah, berjudul “Bencana Gempa Bumi dan Gunung Merapi” dibacakan oleh beliau dalam acara Solidaritas Kemanusiaan Untuk Korban Bencana Alam di Amsterdam, tanggal 10 Juni 2006.