Rakyat Merdeka, Selasa, 13 Juni 2006, 14:30:09 WIB
Jakarta, Rakyat Merdeka. Gara-gara melemparkan isu Partai Komunis Indonesia (PKI) telah menyusupi 150 anggota DPR, nama Pangdam Jaya Agustadi SP, tercoreng.
“Dia bukan prajurit sejati,” kata bekas Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) kepada Situs Berita Rakyat Merdekam siang ini (Selasa 13/6). Menurutnya sebagai prajurit sejati, seharusnya Agustadi mengurusi anak buahnya agar menjadi prajurit profesional, bukan mengurusi politik.
Budiman menilai selama ini keterpurukan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kiprah para petinggi militer mengurusi politik. Semasa Orde Baru berkuasa, militer diajak oleh elit politik untuk memasuki wilayah politik, yang sebenarhya bukan urusannya.
“Urusan militer adalah menjaga keamanan dan pertahanan negara ini dari Sabang sampai Marauke. Bukan masuk ke wilayah politik seperti yang terjadi sekarang ini,” katanya.
Akibat militer bermain di wilayah politik, menurut dia menyebabkan kondisi Indonesia terseok-seok seperti sekarang ini. Sementara elit politik gemar menyeret militer untuk wilayah politik.
“Ya jadinya seperti itu,” kata Budiman yang saat ini aktif di Relawan Pejuang untuk Demokrasi (Repdem) yang merupakan underbow PDIP ini. Untuk itu dia mendesak DPR untuk segera memanggil Agustadi untuk menanyakan langsung kepadanya apa motivasi dan maksud dia mengeluarkan pernyataan seperti itu.
aku pikir tdk ada salahnya Pangdam bicara seperti itu karena sudah kapasitas nya bicara keamanan. nah yang jadi masalah ya orang2 di DPR. kerjaanya bohoooooooong besarrrrr. plesiran, minta duit terus dgn berbagai dalih, bukanngurusin rakyat malahan asik jalan2, ngaku2 bela rakyat gak tahunya pepesan kosong. ada yang ngritik langsung main sikat..kayak yang paling kuasa aja…
indonesia tdk akan pernah maju kalo anggota dewan bayak yang seperti di atas …ya ..budiman juga sama ..pengen menikmati segala fasilitas DPR tul gak? makanya bergabung dengan PDIP…urus dulu lah kelakuan mu ya…