Membaca Surat Kabar Harian lokal Yogya yang bernamakan Kedaulatan Rakyat, disana ada Kolom Analisis yang ditulis oleh seorang nara sumber yang bernamakan KRMT Roy Suryo Notodiprojo. Opini yang dibuat oleh beliau berkisaran tentang sebuah berita yang simpang siur dan serba tidak jelas pasca gempa Yogya.
Anehnya mas Roy sengaja memberikan serangan kepada milister, YM-er (sebutan untuk pengguna Yahoo! Messenger), dan para blogger (sebutan kepada seseorang yang menggunakan blog sebagai media propaganda) yang mereka sebagian besar adalah komunitas yang anti terhadap Roy. Lantas parameter apa yang digunakan Roy menyebut mereka sebagai biang keladi? (walupun secara eksplisit Roy tidak menyebut secara langsung mereka sebagai biang keladi). Tapi simaklah kutipan beliau dibawah ini
SMS (Short Messages Service), YM (Yahoo Messenger), e-Mail, Milis (Mailing-list), apalagi Blog, marak digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab menyebarkan informasi tidak kredibel dan tidak dikonfirmasi sebelumnya. Mulai dari isu Tsunami sudah mencapai Malioboro ketika Hari-H Gempa (27/5) lalu, Tubrukan Lempeng Indo-Australia dan Eurosia menurut CNN, hingga Merapi Meletus kemarin, tampak mendominasi berbagai sarana komunikasi tersebut. Belum lagi jika ditambah dengan ‘ramalan’ yang mengkait-kaitkan nama-nama seperti Mama Loren, Permadi, bahkan Mbah Maridjan.
[…]
Jadi dengan demikian, sudah seharusnya masyarakat tidak mudah percaya terhadap isu-isu liar yang meski dikirimkan oleh orang yang dikenalnya, tapi tidak bisa dipastikan kebenarannya. Hal ini juga pernah terjadi ketika Pemilu tahun 2005 lalu, ketika sebuah e-mail meski jelas dikirimkan oleh salah seorang Staf TI dari KPU (berinisial BSD) dalam sebuah Milis PTN ternama di Bandung, tetapi ternyata hanya berisi isu yang tidak bertanggungjawab. Kasus ini sempat populer dengan nama kasus ‘Satrio Kepencet’ dan akhirnya mengharuskan BSD dipanggil Polda Metrojaya untuk mempertanggungjawabkan ulahnya.
[…]
Jadi kesimpulannya, jika kita menerima informasi melalui media komunikasi personal (SMS, YM, e-mail, Milis, apalagi cuma Blog) perlu dikonfirmasi ulang, baik pengirimnya atau siapa yang membuat informasi tersebut maupun bilamana ada pihak/orang yang disebut-sebut di dalam informasinya. Termasuk bilamana ternyata pembuat informasi tersebut pernah terkena kasus yang tidak terpuji, misalnya melakukan Rekayasa terhadap beberapa tokoh nasional termasuk Presiden SBY- dalam Blognya (berinisial HS).
Memang sekali lagi sayang, sebuah fasilitas canggih yang seharusnya bisa digunakan untuk hal-hal positif dan mempercepat proses recovery Yogja dan sekitarnya, malahan digunakan untuk tujuan yang negatif. Sudah saatnya pemerintah perlu mengambil sikap tegas untuk oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab ini, karena sebenarnya secara teknis dimungkinkan dilacak dan dilakukan tindakan hukum terhadap mereka.
Dari tulisan beliau diatas kita dapat memberikan sebuah kesimpulan bahwa Roy dalam memberikan opini selalu catut sana dan catut sini (serba tidak fokus), sampai kepada pemberitaan yang sudah basi tentang kejadian yang menimpa KPU dari sebuah milis PTN di bandung sampai kepada pemberian thread yang subyektif kepada pengguna blogger.
Dan dia sengaja untuk mendiskreditkan pengguna blogger yang memang Roy sangat tidak suka dengan komunitas tersebut sebagai biang keladi dari segala informasi yang serba tidak jelas. Anehnya Roy pernah bilang kalau mediacenter adalah informasi yang tidak kredibel karena data-data yang ada masih berupa data sekunder, tetapi dalam tulisan tersebut dia malah merekomendasikan mediacenter sebagai sumber informasi yang akurat. Penjilat.
Yang perlu diperhatikan disini adalah blogger mana yang menyebarkan berita tidak jelas? atau milis mana yang menyebarkan berita yang serba tidak jelas? Kalau orang awam membaca tulisan tersebut, maka mereka akan memberikan kesimpulan bahwa media seperti Yahoo! Messenger, Blogger, dan juga Milister adalah sebuah sarana yang cenderung negatif dan merusak. Duh! padahal beberapa bulan yang lalu saya memberikan email kepada Roy tentang klarifikasi atas tulisan yang serba carut marut pada media yang sama namun tidak mendapatkan reply sama sekali.
Saya bisa menyimpulkan disini bahwa Roy adalah sosok manusia yang tidak bisa diajak berdiskusi secara argumentatif dan cenderung bersifat sak karepe udele dewe. Asu tenan kowe Roy!.
kanggone roy suryo ki sing bener mung deweke dewe…
kabeh ono benere. mung si ROy sing pener dewe